Refleksi Sumpah Pemuda ke-97: Pemuda Berdaya, Lombok Barat Digdaya

Gerung, 29 Oktober 2025. Dalam Konstitusi Negara No. 40 Tahun 2009, pemuda menjadi segmentasi kebangsaan yang vital, mulai dari peran dan fungsinya dalam pembangunan bangsa. Pemuda sebagai penerus estafet dalam penyelenggaraan negara menjadi suatu hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama sebagai negara. Terlebih Indonesia akan menjemput bonus demografi pada tahun 2030 dan menjadi Indonesia Emas … Baca Selengkapnya

Menuju Kepemimpinan Baru, Debat Kandidat FM LOBAR Tampilkan Tiga Figur Visioner

Lombok Barat – Front Mahasiswa Lombok Barat (FM LOBAR) menggelar debat kandidat bakal calon Ketua Umum (Ketum) yang berlangsung dinamis dan penuh gagasan. Tiga kandidat yang maju dalam kontestasi kali ini yakni Miftahul Azmi, Rubiatul Adawiyah, dan Ahmad Yani, masing-masing memaparkan visi dan misi serta pandangan strategis mereka untuk membawa organisasi ke arah yang lebih … Baca Selengkapnya

Musda KNPI Lombok Barat: Antara Sah dan Absah dalam Perspektif Hukum Administrasi

Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Barat yang diselenggarakan di Puri Saron Senggigi menyisakan tanda tanya besar terkait legitimasi dan legalitasnya. Alih-alih menjadi forum tertinggi untuk menyalurkan aspirasi pemuda, Musda tersebut justru menuai kritik karena prosedur dan substansinya dianggap cacat. Fenomena ini menarik dikaji melalui perspektif hukum administrasi, terutama dengan membedakan antara … Baca Selengkapnya

“Alun-Alun Kota Gerung: Ruang Publik atau Sekadar Proyek Elitis?”

Pembangunan Alun-Alun Kota Gerung dengan anggaran mencapai Rp 7,1 miliar kini menjadi isu hangat di tengah masyarakat Lombok Barat. Kami dari Front Mahasiswa Lombok Barat memandang proyek ini bukan hanya soal mempercantik wajah kota, tetapi juga soal prioritas anggaran, keberlanjutan manfaat, dan sejauh mana ruang publik ini benar-benar menjawab kebutuhan rakyat. Tidak bisa dimungkiri, kehadiran … Baca Selengkapnya

“Misteri Kematian Brigadir Esco: Transparansi yang Tertunda”

Kasus kematian Brigadir Esco Faska Rely, anggota intel Polsek Sekotong, masih menjadi misteri besar di tengah masyarakat Lombok Barat. Sejak dinyatakan hilang pada 19 Agustus 2025 lalu, publik dikejutkan dengan penemuan jasadnya pada 24 Agustus 2025 di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, hanya beberapa kilometer dari rumahnya sendiri. Kondisinya yang mengenaskan wajah … Baca Selengkapnya

“Pendidikan adalah ujung tombak generasi bukan menjadi ajang komersialisasi: Potret Pendidikan Lombok Barat yang Gagal Merdeka”

Pendidikan di Lombok Barat hari ini masih jauh dari kata merdeka. Banyak ruang kelas bocor, lantai retak, WC tak layak, jaringan internet hilang timbul, sementara murid belajar di tengah keterbatasan. Data terbaru bahkan menunjukkan rata-rata lama sekolah masyarakat Lombok Barat hanya 6,8 tahun artinya mayoritas belum lulus SMP. Lebih dari 8.000 jiwa masih hidup dalam … Baca Selengkapnya

“Tan Malaka, Soe Hok Gie, dan Tugas Kemerdekaan Lombok Barat Hari Ini”

Ketika Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, itu bukanlah sekadar penanda putusnya belenggu kolonialisme, melainkan pintu menuju cita-cita besar: Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat. Bung Karno menyebut kemerdekaan sebagai “jembatan emas” untuk menyeberangkan rakyat menuju kesejahteraan. Tan Malaka pernah mengingatkan bahwa “kemerdekaan hanyalah sebuah jembatan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur, bukan tujuan … Baca Selengkapnya