KURANGNYA PERHATIAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT TERHADAP INFRAKSTUKTUR JALAN YANG ADA DI SEKOTONG BARAT DUSUN TELUKGOK

naziraumami.

Sekotong, Lombok Barat — Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Sekotong hingga saat ini masih menjadi sorotan masyarakat. Banyak ruas jalan di beberapa dusun, termasuk di Telukgok dan sekitarnya, berada dalam kondisi rusak dan belum mendapatkan perbaikan yang memadai. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari warga terkait perhatian pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat terhadap kebutuhan dasar tersebut.Jalan-jalan di Sekotong memiliki peran penting sebagai akses utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mulai dari anak-anak yang pergi ke sekolah, petani yang membawa hasil panen, hingga warga yang melakukan kegiatan ekonomi, semuanya bergantung pada kondisi jalan yang layak. Namun kenyataannya, sebagian jalan masih berupa tanah berbatu, berlubang, dan sulit dilalui.Saat musim kemarau, debu menjadi masalah utama yang harus dihadapi warga. Setiap kendaraan yang melintas menimbulkan debu tebal yang mengganggu lingkungan sekitar. Sementara itu, ketika musim hujan tiba, kondisi jalan berubah menjadi becek, berlumpur, dan dipenuhi genangan air. Situasi ini membuat mobilitas warga semakin terbatas dan berisiko tinggi terhadap kecelakaan.Warga setempat mengaku telah berulang kali menyampaikan aspirasi dan harapan kepada pemerintah daerah agar segera dilakukan perbaikan jalan. Namun hingga kini, sebagian besar ruas jalan di Sekotong masih belum mengalami perubahan yang signifikan. Hal ini menimbulkan kesan bahwa perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut masih belum optimal.Jalan ini sudah lama rusak, tapi belum ada perbaikan yang jelas. Kami berharap pemerintah bisa lebih peduli, karena ini menyangkut kebutuhan utama masyarakat,” ungkap salah satu warga Sekotong.Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga mempengaruhi perekonomian masyarakat. Akses yang sulit membuat distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan menjadi terhambat. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menghambat perkembangan wilayah Sekotong yang sebenarnya memiliki potensi sumber daya yang cukup besar.Kurangnya perhatian terhadap infrastruktur jalan di Sekotong menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat. Diperlukan langkah nyata dan komitmen yang kuat untuk memperbaiki kondisi ini, agar masyarakat dapat merasakan pemerataan pembangunan yang lebih adil.Masyarakat berharap, ke depan pemerintah tidak hanya mendengar aspirasi, tetapi juga segera mengambil tindakan konkret. Perbaikan jalan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Sekotong.

Jalan Telukgok menjadi saksi bisu atas perjalanan panjang kehidupan masyarakat yang setiap hari melintasinya. Namun, di balik fungsinya sebagai akses penghubung yang penting, jalan ini menyimpan persoalan yang telah lama dirasakan oleh warga. Kondisinya yang rusak dan hingga kini belum mendapatkan pengaspalan yang memadai menjadi gambaran nyata dari harapan masyarakat yang masih menunggu perhatian dan tindakan nyata.Saat musim kemarau tiba, debu beterbangan mengikuti setiap kendaraan yang melintas, mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan. Sebaliknya, ketika musim hujan datang, jalan berubah menjadi becek, berlumpur, dan dipenuhi genangan yang menyulitkan aktivitas sehari-hari. Lubang-lubang yang tersebar di sepanjang jalan tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara maupun pejalan kaki.Meski demikian, masyarakat tetap menjalani aktivitasnya dengan penuh ketabahan. Setiap hari, anak-anak berangkat ke sekolah, para petani dan pekerja menuju tempat kerja, serta warga menjalankan berbagai kegiatan ekonomi melalui jalan yang kondisinya jauh dari kata layak. Jalan Telukgok seolah menjadi saksi atas perjuangan warga yang terus bertahan di tengah keterbatasan infrastruktur yang mereka hadapi.Bertahun-tahun berlalu, berbagai harapan dan aspirasi telah disampaikan agar jalan ini mendapatkan perbaikan. Namun hingga kini, Jalan Telukgok masih menyimpan cerita tentang penantian yang belum berakhir. Keadaannya menjadi simbol bagaimana masyarakat tetap berjuang dan beradaptasi meskipun fasilitas yang mereka miliki belum sepenuhnya mendukung kebutuhan sehari-hari.Jalan Telukgok bukan hanya hamparan tanah dan batu yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain. Ia adalah saksi bisu atas kesabaran, keteguhan, dan harapan masyarakat yang mendambakan akses jalan yang lebih baik. Di setiap debu yang beterbangan dan setiap genangan yang terbentuk saat hujan turun, tersimpan harapan agar suatu hari nanti jalan ini tidak lagi menjadi simbol keterbatasan, melainkan menjadi jalan yang layak, aman, dan membanggakan bagi seluruh warga yang menggunakannya.